Baik air anggur baik minuman yang keras, jangan diminum olehmu atau oleh anak-anakmupun sertamu, apabila kamu masuk ke dalam kemah perhimpunan, supaya jangan kamu mati dibunuh; maka inilah suatu hukum yang kekal di antara kamu turun-temurun,
TSK
TSK · Amsal 31:4
Treasury of Scripture Knowledge references in Indonesian TM.
Hata, demi didengar raja Benhadad akan kata ini sementara ia duduk santap sehidangan dengan segala raja-raja itu dalam kemah besar, maka titahnya kepada hamba-hambanya: Langgarlah olehmu! Maka dilanggarnyalah akan negeri itu.
Maka pada hari yang ketujuh, tatkala bersukacitalah hati baginda oleh minum air anggur itu, titah baginda kepada Mehuman dan Bizta dan Kharbona dan Bijta dan Abajta dan Zetar dan Kharkhasy, ketujuh penjawat istana yang berkhidmat di hadapan hadirat baginda raja Ahasyweros,
Bahwa air anggur itu laksana pengolok-olok dan minuman yang pedas itu pengusik adanya; barangsiapa yang sesat dalamnya, ia itu tiada berakal.
Berbahagialah negeri, jikalau rajanya asal orang bangsawan adanya dan orang besar-besarnyapun makan minum pada ketikanya akan mengenyangkan dirinya sahaja, bukan akan kemewahan.
Tetapi ini juga sesat dalam air anggur dan berpusing-pusing dalam minuman yang keras, jikalau imam dan nabi sekalipun sesat dalam minuman keras, mereka itu sekalian teracap oleh air anggur, mereka itu berpusing-pusing oleh minuman yang keras, mereka itu sesat dalam khayal, mereka itu terhuyung-huyung dalam pehukuman.
Bahwa persundalan dan air anggur dan air anggur yang baharu itulah menyesatkan hati.
Bahwa sesungguhnya air anggur itu khianat adanya, demikianpun orang lalim yang gagah, tiada boleh ia kekal; orang yang membuka perutnya amat lebar seperti alam barzakh, dan tiada tahu kenyang seperti maut dan yang menghelakan segala bangsa kepadanya dan menghimpunkan segala bangsa kepadanya.