TSK

TSK · Amsal 27:18

مراجع Treasury of Scripture Knowledge في Indonesian TM.

العودة إلى المقطع

Maka kata Ibrahim kepada hambanya, yaitu kepada yang tua dalam rumahnya dan yang memerintahkan segala miliknya: Bubuhlah tanganmu di bawah pangkal pahaku,

Maka oleh penghulu penjara itu diserahkan segala orang yang terpenjara itu ke tangan Yusuf, maka barang sesuatu yang diperbuat oleh mereka itu, ia itu diperbuat oleh Yusufpun.

Maka sebab itu firman Tuhan, Allah Israel, demikian: Sebenarnya dahulu Aku sudah berfirman, bahwa orang isi rumahmu dan orang isi rumah bapamu akan berjalan di hadapan hadirat-Ku sampai selama-lamanya, tetapi sekarang firman Tuhan: Jauhlah ia itu dari pada-Ku, karena barangsiapa mempermuliakan Daku, maka Akupun mempermuliakan dia kelak, tetapi barangsiapa yang mencelakan Daku, ia itu akan dibinasakan.

Maka pada sekali peristiwa, setelah beberapa pasukan sudah keluar dari benua Syam, dibawanya dari tanah Israel akan seorang anak dara dengan tertawan, maka anak dara itupun menjadi sahaya kepada isteri Naaman itu.

Maka sebab itu, bala kusta Naaman itu akan lekat padamu dan pada anak cucumu sampai selama-lamanya! Hata, maka keluarlah Gehazi dari hadapannya dengan kena kusta seperti salju putihnya.

Bahwasanya seperti mata seorang hamba memandang kepada tangan tuannya, dan seperti mata seorang sahaya memandang kepada tangan enciknya, demikianlah peri mata kita menengadah kepada Tuhan, Allah kita, sampai dikasihankan-Nya kita.

Sudahkah engkau melihat seorang yang rajin pada pekerjaannya, maka iapun akan menghadap raja-raja, tetapi janganlah ia berdiri di hadapan orang hina.

Perhatikanlah, Aku sudah mengatakan itu kepadamu terlebih dahulu.

Maka kata tuannya kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik dan setiawan, atas yang sedikit pun engkau setia; aku akan menetapkan engkau atas hal ikhwal yang banyak. Masuklah engkau ke dalam kesukaan tuanmu.

Berbahagialah segala hamba, yang didapati oleh tuannya sedang berjaga ketika ia tiba; sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa tuan itu pun akan mengikat pinggangnya sendiri, serta mempersilakan mereka itu duduk makan, lalu datang melayani mereka itu.

Maka kata tuan itu kepadanya: Sabaslah, hai hamba yang baik; oleh sebab engkau setia dengan yang sedikit, engkau diberi kuasa memerintah sepuluh buah negeri.

Setelah malaekat yang berkata dengan dia itu sudah gaib, lalu ia memanggil dua daripada hambanya, dan seorang laskar yang beribadat dari antara orang yang senantiasa melayani dia;

Siapakah pernah menjadi laskar atas perbelanjaannya sendiri? Dan siapakah pula yang membuka kebun anggur tiada boleh makan buah-buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan sekawan lembu dan yang tiada minum susunya itu?

Hai segala hamba orang, di dalam segala sesuatu hendaklah kamu menurut perintah orang yang menjadi tuanmu di dalam perkara dunia, bukannya dengan berpura-pura seperti hendak menyukakan orang, melainkan dengan tulus hati serta dengan takut akan Tuhan.

Hai segala hamba, takluklah kepada tuanmu dengan sehabis-habis hormat, bukan sahaja kepada yang baik dan manis lakunya, melainkan kepada yang bengis juga.